Masa Depan KITA
Apa Cita-Cita Mu?

|
K |
etika masih kecil masih ingat dalam angan saya dimana, akan selalu ditanya, apa cita-citamu setelah besar nanti. Yang tergambar dalam benak saya ketika ditanya seperti itu adalah “terbayang bahwa saya menjadi seseorang yang begitu membanggakan, dikagumi banyak orang dan mampu memberikan manfaat bagi orang lain, inti-nya jadi orang yang begitu heroik dan mulia".
Yang mungkin angan-angan itu hampir sama antara satu orang dengan orang lainnya, yang membedakan adalah konsep dan terjemahan-nya untuk menjadi apa, akhirnya ada jawaban yang berbeda menurut padangan dan pola piker masing-masing. Ada yang ingin menjadi Dokter, Tentara, Polisi, Hakim, Jaksa, Guru, Presiden, Menteri dan sebagainya. Dimana semua itu ada sebuah bentuk manifestasi dari sebuah keinginan dan angan-angan dimasa kecil.
Sehingga dalam kehidupnnya setiap manusia pasti memiliki cita – cita yang baik, cita – cita yang setinggi langit yang mudah untuk dicapai, namun bila kita hadapi akan penuh dengan tantangan. Namun terkadang cita-cita itu ada yang benar-benar terwujud ada yang tidak, karena dalam perjalanan hidup orang pada saat titik tertentu akan mengalami sebuah metamorfosis, dan menjadikan pergeseran harapan, angan-angan dan keinginannya.
Namun dalam mewujudkan cita – cita tersebut asalkan kita berupaya dengan segala kesungguhan hati dan keteguhan jiwa tentu cita-cita bukan satu yang rumit dan merupakan perwujudan dari keleluasaan serta kedewasaan berpikir. Walaupun pada akhirnya cita-cita tersebut belumlah tentu tercapai sesuai dengan sebuah kenyataan yang diidam-idamkan, karena kita semua yang masih memiliki keimanan kepada Dzat Yang Maha Kuasa Alloh Swt. pastilah menyadari posisi kita sebagai insan manusia biasa yang hanya diberikan kekuasaan untuk berusaha dengan keras dan jelas tentu diiringi dengan do’a dan disempurnakan dengan kepasrahan kepada Alloh Swt atas apapun hasil yang telah diusahakan.
Saya sangat tertarik sekali dengan artikel Antara Usaha, Do’a dan Pasrah dimana disana ditulis dengan jelas bagai mana kita sebagai manusia untuk mensikapi segala keinginan ataupun cita-cita. Siapa sih yang tidak ingin cita-citanya tercapai ? Ya..pasti semua orang mendabakannya. Tapi semua itu pastilah melalui sebuah proses. nah didalam proses itulah akan muncul berbagai macam halangan dan cobaan yang mungkin silih berganti yang mencoba menghalau kita dari jalur yang sudah ditentukan dalam tuntunan agama dan kita dituntut untuk bisa menghadapi itu semua dengan penuh kesabaran dan selalu berprasangka baik terhadap keinginan Alloh Swt. Tentunya kita diminta untuk senantiasa berusaha dengan lebih maksimal dengan dibarengi doa.
“Tidak ada seorang muslim yang berdo’a memohon kepada Allah, yang do’anya tidak mengandung unsur dosa dan pemutusan hubungan persaudaraan, kecuali Allah akan mengabulkan dengan tiga kemungkinan; memberikan apa yang dinginkan, disimpan (pahalanya) hingga di alam akhirat, atau diselamatkan dari bahaya yang mengancam”. (HR. Bukhori).

Visitors :7005 Org
Hits : 36014 hits
Month : 617 Users